Saturday, 16 July 2011

0

Pembantu Dekan III, Fakultas Bahasa dan Sastra, Universitas Negeri Makassar Menipu?

TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR - Penipu calon mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) yang

ikut Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) akhirnya ditangkap.

Proses penangkapa

n mereka terbilang dramatis karena diawali aksi penipuan. Pembantu Dekan III, Fakultas Bahasa dan Sastra, Syukur Saud,

berhasil menipu mereka dengan berpura-pura menjadi calon mahasiswa.

Awalnya, Syukur menghubungi mereka melalui ponsel sambil mengaku calon mahasiswa yang berhasil diluluskannya. Bak orang akan transaksi, mereka janjian di depan Kantor Bank Mandiri, Jl Landak Baru, Makassar, Jumat (15/7/2011), sekitar pukul 11.30 WITA.

Kantor tersebut terletak di samping kampus Pascasarjana UNM. "Saya janjian dengan Syamsul (nama sapaan penipu). Dengan mengiminginya uang senilai Rp 5 juta," ungkap Syukur kepada Tribun, kemarin.

Setelah sampai di lokasi janjian, Syukur, yang dosen bahasa Jerman ini, mengumpan pelaku dengan memberikannya uang. Saat itu Syukur sudah bersama seorang polisi yang siap menangkap penipu yang mengaku sebagai pegawai UNM tersebut.

"Saya memang sudah siap. Saya membawa aparat polisi untuk mengeksekusinya jika betul-betul dia pelakunya," katanya.

Saat bertemu dengan Syamsul dan membenarkan kalau itu betul-betul dia, Syukur kemudian menyerahkan uang tunai Rp 5 juta kepadanya.

"Waktu dia akan mengambil uangnya, polisi kemudian menangkapnya. Ia tak sadar kalau dirinya menipu, kembali kami tipu," ujar Syukur.

Syamsul beraksi dalam SNMPTN, beberapa bulan lalu. Dalam melakukan aksinya, Syamsul mendatangi empat tes SNMPTN. Saat peserta selesai mengerjakan soal tes dan beranjak meninggalkan lokasi, di situlah dia beraksi.

"Dia melakukan pekerjaannya, waktu peserta pulang," kata Syukur.

Seorang korban Syamsul adalah Wawan. Wawan mengaku ditemui Syamsul usai mengikuti tes. Wawan bersama dua calon mahasiswa lainnya dijanji oleh Syamsul untuk diluluskan.

"Dia minta nomor tes peserta. Kemudian dia janjikan kalau mereka akan diluluskannya," katanya.

Syamsul berjanji meluluskan Wawan dan dua calon mahasiswa lainnya itu dengan syarat diberi imbalan uang. Wawan dan kedua rekannya itu menyetujui syarat itu.

Sebulan kemudian, saatn pengumuman SNMPTN, ternyata hanya Wawan yang lulus. "Dia (Wawan) lulus masuk di fakultas bahasa dan sastra. Itupun bukan karena diurus oleh Syamsul tapi karena kemampuannya sendiri," jelas Syukur.

Kedua rekan Wawan pun jadi gundah gulana. Mereka selalu bertanya-tanya kenapa mereka tidak lulus. Kalau Wawan lulus, seharusnya mereka juga lulus. Karena sudah dikanjikan akan lulus.

"Mereka kemudian melaporkan kejadian itu ke pihak birokrasi. Makanya pelaku tersebut saya jebak," ujarnya.

0 komentar: